Sabtu, 20 Juli 2013

ASESMEN dan PERENCANAAN BIMBINGAN dan KONSELING



ASESMEN DAN PERENCANAAN BIMBINGAN KONSELING
Asesmen merupakan cara salah satu kegiatan pengukuran, dalam  bidang bimbingan konseling yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor  sebelum, selama, dan setelah konseling tersebut dilaksanakan.

A.    FUNGSI ASESMEN
  1. Fungsi Seleksi yaitu memutuskan individu yang dipilih,
  2.  fungsi klasifikasi yaitu mengelompokkan individu dalam kelompok sejenisnya,
  3.  fungsi deskripsi yaitu menyungguhkan hasil asessmen psikologi,
  4. Mengevaluasi

B.     TUJUAN ASESMEN
  1. Orientasi; membantu  mengenal diri sendiri dan lingkungannya, mewujudkan dan mengarahkan diri.
  2.  Identifikasi masalah; membantu orang tua dalam memahmi anaknya dan begitu juga dengan guru serta orang lain.
  3.  Mememcahkan masalah dan mencari alternatif solusi
  4.  Membantu apakah konseling telah membantu dengan efektif.

C.     PROGRAM  BIMBINGAN KONSELING
·         Kurikulum bimbingan dan Konseling
Seperangkat aktivitas yang dirancang untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik atau klien  dengan layanan dasar
·         Perencanaan
1.      Analisis kebutuhan dan permasalahan siswa
2.      penentuan tujuan program layanan BK yang hendak dicapai
3.      analisis situasi dan kondisi disekolah
4.      penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan
5.      penetapan metode dan teknik yang akan digunakan dalam kegiatan
6.      penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang akan ditetapkan
7.      persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan bimbingan yang direncanakan
8.      perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang akan dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan.
·         Layanan Responsif
Merupakan layanan yang harus segera diberikan kepada peserta didik atau klien.
·         Dukungan Sistem
Dukungan sistem ini berupa layanan pendukung seperti mengikuti seminar, workshop dsb.
D.    PERAN GURU dalam PELAKSANAAN BK
  1. perlakuan terhadap siswa sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang,
  2.  sikap positif dan wajar terhadap siswa,
  3.  pemahaman siswa secara empirik,
  4.  penghargaan terhadap martabat sisw sebagai makhluk,
  5.  penampilan siswa secara ikhlas di  depan siswa,
  6.  kekonkritan dalam menyatakan diri,
  7.  penerimaan siswa apa adanya,
  8.  perlakuan terhadap siswa secara terbuka,
  9.  kepekaan terhadap perasaan siswa,
  10.  kesadaran terhadap tujuan mengajar.

E.     RENCANA OPERASIONAL (ACTION PLAN)
diperlukan untuk menjamin peluncuran program Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana kegiatan adalah uraian detail dari program yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah, untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu.

F.      ANGGARAN
Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat, rasional, dan realistik.

SUMBER:
Sutirna. 2013. Bimbingan dan            Konseling        (Pendidikan Formal,   Nonformal dan            Informal).             Yogyakarta: Andi.
Akib Zainal. 2003. Perpesionalisme   Guru dalam     Pembelajaran.             Surabaya: Insan           Cendikia.
Hasan Yasri. Bahan Ajar BK Mahasiswa PGSD       STKIP H         amzanwadi selong NTB.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar